Rahasia Menulis Konten Artikel yang Tidak Dimiliki Dominan Marketer

Bagaimana bisa Anda begitu mudah menulis konten artikel?

Dan jawabannya mungkin akan sulit anda percaya.

Mengapa?

Karena saya sudah mencoba menjelaskannya berkali-kali dan mereka tidak percaya jika itu adalah jawaban terbaik yang saya miliki.

Menulis konten artikel

Saya tidak mendapatkan ide dengan membaca buku, itu akan memerlukan waktu berjam-jam apalagi buku itu tebalnya sampai ratusan halaman, bayangkan merangkum halaman sebanyak itu hanya untuk sebuah artikel?

Itu pekerjaan yang terlalu banyak bagi saya.

Bagaimana dengan mengamati marketer lain dengan cara subscribe ke list mereka atau nonton video live mereka.

Atau…

Membaca blog mereka lalu mengulasnya?

Sayangnya itupun bukan cara saya bisa menulis dengan sangat produktif.

Dan ditambah kenyataan…

…saya tidak punya jawaban yang original, saya hanya mencontek.

Dari siapa?

Sebelum saya ceritakan jawabannya, saya mau beritahu anda sebuah quote:

“Dengar baik-baik apa yang saya katakan. Jangan tonton saya dari dekat, karena ini jauh lebih mudah mengajarkannya daripada melakukannya!”

Familiar dengan quote itu?

Jim Rohn!

Ya, itu berasal dari seorang legend: Jim Rohn.

Dari sini mulai terbayang bagaimana saya bisa menulis konten artikel dengan begitu mudah, begitu lancar?

Oke waktunya untuk memberitahu kebenaran.

Dan jawabannya hanya satu kalimat, dan ingat saya terinspirasi ini dari quote Jim Rohn di atas.

Bagaimana bisa saya tidak lagi menemukan kesulitan untuk menulis?

Karena saya menulis apa yang saya lakukan.

Kemudian…

…saya memilih untuk berbagi pengalaman tentang apa yang saya lakukan untuk membangun bisnis saya, bagaimana saya melakukannya, apa tantangan yang saya dapatkan dan bagaimana saya menemukan solusinya.

Semuanya transparan tanpa sensor dan itu membantu ide saya terus mengalir, tepat seperti seseorang yang bercerita pada temannya.

Sangat sedikit marketer yang melakukan apa yang mereka ajarkan dan itu yang membuat mereka kesulitan menjelaskan proses dan solusinya di level yang real.

Mereka hebat mengajarkan anda, tapi mereka gagal menerapkan apa yang mereka ajarkan itu atau terlalu malas melakukannya.

Ini faktanya:

Mengajarkan itu hanya perlu memberitahu langkah A, B, lalu C dan pekerjaan anda selesai.

Sementara ketika anda melakukan…

…Anda akan menemukan tantangan bahwa A itu tidak bekerja seperti yang ada di buku atau di video dan anda perlu improvisasi untuk menemukan bagaimana caranya agar langkah A itu bekerja dengan baik untuk bisnis anda.

Anda perlu mengerti:

Setiap kasus itu berbeda-beda dan itulah mengapa anda perlu melakukannya sebelum mengajarkannya.

Menulislah apa yang anda lakukan dan anda tidak akan kesulitan lagi mendapatkan ide konten.

Cool?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top